Alarm sudah berbunyi berulang kali dan selalu kutekan tombol snooze. Rasanya pagi terlalu cepat datang. Kepalaku rasanya masih berat. Aku kehilangan semangat untuk berangkat kerja. Ku kirim sms ke bosku untuk minta ijin masuk siang karena migrainku kambuh.

Bekerja seperti ini bukanlah seperti yang kumau. Pergi subuh dan pulang malam. Tidak pernah bertemu dengan matahari. Tidak ada waktu pribadi. Tidak ada waktu untuk hobiku. Aku merasa jenuh dengan semua rutinitas ini.

Apa yang salah? Pekerjaan ini  yang salah atau aku yang salah? Haruskah kucari pekerjaan lain? Perlu kah aku minta mutasi?




Seberapa yakin kah Anda untuk terus melakukan pekerjaan ini sampai pensiun? Yakinkah Anda bahwa pekerjaan ini akan mampu memuaskan jiwa dan memenuhi kebutuhan hidup? Karena bekerja bukan hanya untuk mencari uang dan karir, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan kepuasan hidup.

 

Saya bertemu dengan seorang sahabat di awal Nopember 2014. Kami berdiskusi selama 3 jam di daerah kuningan, Jakarta Selatan. Dia bekerja sebagai Training & Development Manager di sebuah perusahaan nasional selama hampir 6 tahun. Delapan bulan terakhir ini kegelisahannya memuncak. Menjelang umur 50 tahun, dia mengalami kebimbangan dengan pilihan karirnya, berpindah kerjaan atau berbisnis sendiri.

 

Apakah Anda sedang galau dengan pekerjaan saat ini? Apa yang sebenarnya masih membuat Anda bertahan di perusahaan ini? Apakah Anda sedang mencari pekerjaan lain padahal Anda masih bekerja dan digaji oleh perusahaan ini?

 

Sahabat saya di atas hanya lah salah satu dari sekian banyak orang yang merasakan ketidakberdayaan (helplessness). Mereka tidak bahagia dengan pekerjaan dan kehidupannya namun merasa tidak berdaya. Mereka bingung apa yang harus dilakukan. Di satu sini, mereka merasa gaji tidak mencukupi, terlalu sibuk sehingga kehilangan waktu bersama keluarga, atau tidak sesuai dengan passion. Akan tetapi, di sisi lain, mereka terus melakukan pekerjaan tersebut karena merasa tidak ada pilihan lain.

 

Setiap orang berhak untuk bekerja dengan sukses dan bahagia. Tampak sulit tapi sebenarnya sederhana. Rahasianya adalah Anda harus menemukan panggilan dalam bekerja. Anda hanya perlu menemukan 1 alasan mengapa Anda bekerja.

 

Motivasi kerja seseorang sangat ditentukan oleh keyakinannya. Saat kehilangan makna pekerjaan yang sesungguhnya, maka niscaya Anda akan kehilangan gairah bekerja. Sebaliknya, Anda akan memberikan segalanya yang terbaik saat Anda menemukan alasan mengapa bekerja di perusahaan ini.

 

Saat sudah mulai menemukan panggilan dalam pekerjaan, bukan berarti semuanya akan berjalan dengan mudah. Anda harus terus berjuang untuk bekerja dengan panggilan karena banyak tantangan yang akan membuat Anda kehilangan makna pekerjaanmu yang sesungguhnya.

 

Pertanyaannya, seberapa pentingnya kah menemukan panggilan dalam pekerjaan? Jika bekerja seperti saat ini saja saay sudah oke, untuk apa menyusahkan hidup  lagi? Saya pernah mencoba untuk melakukan ini dan itu dan tidak berhasil. Saya sudah lelah. Mungkin memang saya tidak akan pernah bisa menemukan panggilan dalam pekerjaan, apalagi hidup saya.

 

Ingatlah, meskipun Anda mencoba untuk mengabaikan kegelisahan jiwa, Anda akan terus gelisah sampai menemukan sendiri jawabannya. Jika Anda baru mulai bekerja, sekarang lah waktunya untuk mulai bekerja dengan panggilan. Bagi Anda yang belum perrnah merasakan sukses dan bahagia dalam bekerja selama puluhan tahun, Anda punya kesempatan untuk merasakannya.

 

Rasakan sensasinya bagaimana bekerja dengan panggilan akan mengubah cara Anda bekerja. Anda akan lihat bagaimana ternyata pekerjaan saat ini dapat membuat Anda lebih menikmati hidup dan berdampak untuk orang-orang di sekitar.  Anda akan bekerja dengan totalitas.

 

What is Your Calling @ Work?

 

Berita Terkini

June 22, 2015 - Buku Calling @ Work
Telah terbit buku ke-2 karya Lie Seng Cuan "Calling @ Work: Rahasia Bekerja dengan Totalitas"...

Hubungi Kami Sekarang Juga!

Ikuti Jajak Pendapat ini:

Apakah Anda sudah menemukan CALLING Anda?