You are here:  
Article

SMART Leader

Print PDF

SMART LEADER

"Coba saja kalau tim saya lebih hebat dari yang ada saat ini, saya pasti
bisa lebih hebat dibanding sekarang"

"Saya rasanya sangat lelah......, punya anak buah tapi  selalu harus
mengecek hasil pekerjaannya, kalo tidak pasti ada saja yg salah......."

"Saya yg bodoh atau anak buah saya? Kenapa saya mintanya A tapi yang
dilakukan B?"

Tantangan terbesar seorang pemimpin adalah ia harus bekerja melalui orang
lain. Seorang pemimpin yg ingin mencapai sasaran organisasi seumpama
memiliki tangan namun harus menggunakan tangan orang lain untuk
melakukannya karena ia memiliki keterbatasan waktu, perhatian, fisik, dll.
Ia harus mampu memadukan head, heart, dan hand-nya agar dapat menjadi
SMART Leader.

HEAD
Seorang pemimpin harus berani bermimpi. Karena mimpi merupakan harapan
akan hari esok. Pemimpin yang berani bermimpi berarti berani untuk
mencapai sesuatu yang belum ada di saat ini. Mimpi akan melahirkan ide-ide
dan kreativitas serta semangat untuk mencapainya. Mimpi itu akan merasuk
ke seluruh kehidupannya sehingga tiada hari tanpa memikirkan dan
menghidupi mimpinya itu.

Pemimpin yang bermimpi artinya pemimpin yang tahu apa yang seharusnya
dikerjakan. Ia akan mampu menentukan arah dan memilah-milah hal-hal yang
penting bagi dirinya sendiri dan juga timnya karena ia mampu melihat
relevansi antara apa yang dikerjakan saat ini dengan mimpi yang ada di
depannya.

Pemimpin yang bermimpi harus mampu menerjemahkan mimpinya menjadi
bagian-bagian kecil yang mudah dimengerti dan dijalankan oleh timnya.
Karena mimpi besar terwujud dengan mengerjakan bagian-bagian kecilnya
secara konsisten

Pemimpin yang bermimpi harus mengenal dirinya sendiri secara benar dan
anggota timnya, karena ia harus mampu mensinergikan timnya untuk
mewujudkan mimpinya tersebut.

HEART

Semangat yang tinggi merupakan pendorong utama seorang pemimpin dalam
mewujudkan mimpinya. Semangat yang tinggi akan menghasilkan daya tahan
atau keuletan. Ia mampu menghadapi semua tantangan yang ada di dirinya
karena ia tahu bahwa mimpinya jauh lebih besar daripada resiko-resiko dan
rasa tidak nyaman yang dialaminya.Kerinduannya untuk melihat something
terlalu besar sehingga ia tidak mau berhenti sebelum itu terjadi. Ia
menyukai semua tantangan yang harus dilaluinya sehingga akan semakin
membakar semangat dan daya juangnya.

Pemimpin yang bersemangat akan mampu menyemangati anggota tim sehingga
irama kerja selalu terjaga. Tim yang bersemangat akan saling menulari
sehingga tidak ada ruang untuk mencari alasan dan keluar dari tujuan tim.

Seorang pemimpin harus memiliki punya motivasi yg murni, tidak
memanfaatkan anggota tim untuk ambisi pribadi, Prinsip memberi lebih baik
daripada menerima harus menjadi ‘roh’ sang pemimpin dalam mengelola
timnya. Ia harus memiliki kerinduan yang besar untuk mewujudkan mimpi
anggota timnya terlebih dahulu sebelum mencapai mimpinya sendiri.
Mewujudkan mimpi pribadi dengan cara mewujudkan mimpi orang lain akan
menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Semua orang akan bersemangat.

Pemimpin yang memberi bukan karena ia memiliki segala sesuatu. Justru
kekuatan seorang pemimpin adalah memberi dalam keterbatasannya.Ia selalu
mendahulukan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Memberi tanpa pernah
mengharapkan balasan karena dengan memberi ia sudah diberikan kebahagiaan
hidup.

Hati seorang pemimpin harus dipenuhi oleh kerinduan untuk mengasihi anak
buahnya. Hatinya harus cukup luas untuk menampung segala perbedaan yang
ada sehingga konflik dapat diselesaikan dengan win-win solution. Dengan
demikian, setiap anggota tim dapat mengaktualisasikan dirinya secara
maksimal.

HAND

Seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang berani memulai
meskipun situasinya sedang tidak tepat. Ia sadar bahwa dirinya lah yang
harus menciptakan momentum. Besarnya mimpi dan semangat dalam hatinya yang
akan mendorongnya untuk berani memulai dengan resiko-resiko yang terukur.

Konsistensi merupakan syarat kedua untuk memastikan apa yang telah dimulai
benar-benar berjalan dengan baik. Pemimpin harus lebih memprioritaskan
proses daripada hasil. Karena dengan cara kerja yang benar maka dapat
dipastikan bahwa hasilnya pun akan benar. Terbuka kesalahan yang mungkin
dapat dilakukan oleh anggota timnya.

Pemimpin selalu membangun anggota tim di setiap proses. Ia akan membiarkan
dirinya menikmati semua proses yang terjadi yang terkadang menembus tembok
nyamannya. Ia membiarkan dirinya berproses bersama dengan seluruh anggota
timnya.

Akhirnya, seorang pemimpin yang berhasil adalah orang yang mampu
mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam diri anggota timnya. Sehingga ia
sukses bukan karena kehebatan dirinya dalam mengerjakan pekerjaan itu
sendiri, tapi karena ia mampu mendidik dan mengembangkan seluruh potensi
yang dimiliki anggota timnya secara maksimal.

Last Updated on Monday, 19 September 2011 14:55
 

Mengejar Hidup Yang Bermakna dan Maksimal

Print PDF

Setiap perilaku manusia merupakan perpaduan antara pikiran (head), perasaan (heart), dan aksi (hand). Ketiga elemen perilaku itulah yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya. Bahkan dalam peran dan situasi tertentu, perilaku yang muncul bisa berbeda.

Kemampuan mengelola head, heart, dan hand sesuai dengan peran dan situasi akan membuat hidup menjadi bermakna dan maksimal.

 

Last Updated on Sunday, 19 September 2010 15:59 Read more...
 

Training and Seminar

Print PDF

Kami menyediakan program pengembangan karyawan dalam bentuk:

  • Inhouse Training,
  • Seminar, dan
  • Outbound

yang akan menolong para peserta untuk mengubah perilaku kerjanya sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dalam organisasi.

 

Last Updated on Sunday, 19 September 2010 15:59 Read more...
 

Human Capital Consultancy

Print PDF

Program pengembangan karyawan yang didukung dengan sistem Human Capital yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan bisnis akan mampu mendorong seluruh karyawan untuk berkontribusi secara maksimal. Semuanya itu dapat dikelola dengan efektif dan efisien menggunakan sistem informasi yang terpadu, mulai dari proses seleksi karyawan sampai dengan terminasi karyawan.

Read more...
 


Page 3 of 4